Jumat, 13 Oktober 2017

3 HARI BERSAMA TRIUMPH BONNEVILLE BOBBER



3
Hal   pertama  yang  paling   menarik    sekaligus    asyik    adalah   kesempatan  menjajal  Motor Gede ( Moge ) dan pertama kali terbesit bawa moge itu pasti Harley Davidson. Ternyata tidak sekarang saya akan menikmati sebuah motor gede keluaran PT GARDA ANDALAN SELARAS (GAS) yakni TRIUMPH BONNEVILLE BOBBER punya seorang teman dan sekaligus my boss ( hehehe ).
Kesan pertama yang bisa saya dapatkan dari pandangan pertama terhadap Triumph Bonneville Bobber ini adalah motor classic, macho, kekar, dan bisa di bilang retro banget, hasil dari pemikiran para insinyur Triumph menjadikannya sebuah prinsip minimalis style untuk sebuah motor bobber murni.
Walau hadir dengan tampilan ala zaman dulu, klasik sekali bahkan jauh dari kata modern apalagi futuristik, jangan salah menilainya, disinilah daya pikatnya yang menjadi pusat perhatian di jalan, mari sobat kita tuntaskan satu persatu bagaimana performa-nya motor Triumph Bonneville Bobber ini melaju di jalan ibu kota.
Saat saya duduk di jok bobber ini, tempat duduknya unik hanya cuma satu khusus buat rider saja tanpa ada bangku untuk pembocengnya, tapi jangan tertipu dengan gaya satu joknya, bangkunya tidak terlalu tebal dengan desain tempat duduk ini bisa di atur sesuai kenginan untuk tinggi rendahnya dengan posisi tertinggi 690 mm. Sekaligus juga akan membuat anda menjadi semakin terkesima bahwa shockabsorber belakang motor ini berada pas di bawah jok motor ini sehingga bisa di bilang motor ini lebih low rider. Dengan perpaduan model tangki yang terlihat cukup kecil namun dengan kapasitas bahan bakar yang bisa ditampung motor triumph yang satu ini bisa sampai 9 liter.
8
Kemudi stang mantap saat dalam genggaman, tampak elegan dimodifikasi dengan model handle bar, lurus cenderung lebar terasa lebih nyaman, semakin percaya diri dan dinamis menjadikannya cocok untuk di kendarai setiap hari. Dipadukan dengan speedometer klasik dengan campuran layar digital modern, motor Triumph Bonneville Bobber masih menggunakan 1 buah lampu untuk bagian depan berbentuk bulat dengan lampu penerangan halogen bagian sedangkan lampu untuk stoplamp yang sudah LED serta fitur lain yang mendukung pada motor Triumph Bonneville Bobber adalah teknologi Anti Lock Braking System ( ABS ), Switchable Traction Control, Ride by Wire, Road and Rain Riding Modes, Torque Assist-Clutch, Immobiliser, LED rear light, Trip computer.
Tampilan yang gagah dan bagian mesin yang terlihat padat di tempatkan pada posisi frame yang baru dengan karakter mesin ober bore dengan perbandingkan ukuran bore dan stroke masing masing adalah 97,6 mm x 80 mm. Triumph Bonneville Bobber menggunakan mesin Bonneville T120 SOHC 1.200 cc delapan katup berpendingin cairan dilengkapi dengan sistem exhaust slash-cut terbaru dengan rasio kompresinya 10 : 1.
Di atas kertas bobber terbaru ini mampu mengeluarkan power maksimal mencapai 77 HP ( 56,5 kW ) / 6100 rpm dengan torsi puncak 78,2 FT-lbs ( 106 Nm ) / 4000 rpm, ditambah dengan adanya 2 pipa knalpot sebagai jalur akhir pembuangannya membuat motor ini memang semakin keren.
Tapi tidak dengan saya untuk memacu saja dijalanan ibu kota sudah terasa sulit tapi dengan perpindahan porsneling yang terasa halus disesuaikan dengan kecepatan dan manufer yang enak menjadikan TRIUMPH BONNEVILLE BOBBER benar – benar enak diajak santai atau sekali-kali mencapai top speed.
Dirakit dengan menggunakan rangka Tubular Steel Cradle. Untuk menyokong sektor depan ada suspensi Upside Down 41 mm dari Kayaba, sementara untuk memberikan rasa nyaman di bagian belakang, ada suspensi Monoshock juga berasal dari Kayaba dengan spakbor yang klasik. Menengok ke bagian kaki kaki, Triumph Bonneville Bobber pakai pelek model jari jari. Ukurannya adalah 18 inci di bagian depan dan 16 inci dibagian belakang. Ban yang digunakan menggunakan model klasik namun sudah pakai tubeless. Ukurannya adalah 100/90 – 19 di depan dan 150/80 R16 di belakang, sehingga menjadikannya semakin gahar di jalan.
Tidak lupa sektor pengereman, meski klasik sosoknya namun ya tak dipungkiri bahwa motor ini menggendong mesin berkapasitas mesin besar. Maka dari itu pengereman juga harus sepadan, dengan cakram tunggal 2 kaliper piston 310 mm dari Nissin, ABS, bagian belakang menggunakan cakram tunggal 1 kaliper piston 255 mm yang juga pakai ABS.
1
Tak terasa 3 hari sudah menggunakan Triumph Bonneville bobber untuk menikmati Ibukota Jakarta, saatnya sekarang harus mengembalikan Sang bobber ke pemilik sejatinya, segala hal kebersamaan dengan sang Bobber adalah hal luar biasa begitu pula dengan ulasan yang ada diatas mengenai Triumph Bonneville Bobber semoga bermanfaat dan berguna, mengenai harga terakhir kali saya browsing berada di kisaran Rp. 380.000.000.- untuk harga Jakarta.
FOTO : Koleksi Triumph Bonneville Bobber
Salam Mengemudi
Enjoy The Ride
NB : Cek Juga di kompklopedia.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar